Andaikan
saja iq menjadisatu-satunya fakta penentu dalam kesuksesan seseorang.tentunya
agak merepotkan. Mengapa ? karna iq itu tetap tidak berubah. Anada mungkin
ankan terkejut bila setelah dewasa anda melihat teman smp/sma. Yang dulu
biasa-biasa saja bahkan bodoh, tapi sekarang dia bisa sukses dalam karir.
Menurut
Daniel Golmen Ph.D. penulis buku di emotional in teligence. Jawabannya ada pada
kemampuan memotifasi diri., semangat, ketekunan dan kemampuan mengendalikan
diri. Kemampuan-kemampuan tersebut di namakan kecerdasan emosianal eq. tidak
seperti iq, kecerdasan emosional dapat di latih dan di tingkatkan sejak dini.
Eq
menjadi paling penting. Karna akal emosional slalu mendahului akal rasional.
Buktinya seorang pria sedang sandai berjalan-jalan di dekat sungai. Di lihat
seorang gadis sedang memandang sambil menangis dan menjerit ketakutan.
Tanpa tau
sebabnya pria itu reflex, pria terjun ke sungai. Baru setelah dia di air ia
melihat seorang balita yang nyaris tenggelam. Dan kemudian ia selamatkan balita
tersebut. Apa yang membuatnya terjun
tanpa berfikir dahulu.
Bagaian
otak yang berbentuk almond. Yang terletak di kedua sisi otak ini memnag
spesialis perasaan . bila jaringan kecil ini diambil oleh kepala. Jadilah kita
manusia tanpa perasaan . contoh : konkert bekerjanya amygdale adalah keluarnya
air mata dan memerahnya wajah akibat berbagai perasaan.
Kita harus
berterimakasih. Kepada orang-orang
pintar .yang memiliki kekurangan dalam hal komunikasi Mereka. Missal
Isacnewton dan lain-lain. Jadi intinya iq saja belum cukup untuk meraih
kesuksesan. Harus di barengi dengan
factor” lainnyayaitu berupa kecerdasan emosi yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar