Rabu, 12 November 2014

IQ VS EQ

     Andaikan saja iq menjadisatu-satunya fakta penentu dalam kesuksesan seseorang.tentunya agak merepotkan. Mengapa ? karna iq itu tetap tidak berubah. Anada mungkin ankan terkejut bila setelah dewasa anda melihat teman smp/sma. Yang dulu biasa-biasa saja bahkan bodoh, tapi sekarang dia bisa sukses dalam karir.

       Menurut Daniel Golmen Ph.D. penulis buku di emotional in teligence. Jawabannya ada pada kemampuan memotifasi diri., semangat, ketekunan dan kemampuan mengendalikan diri. Kemampuan-kemampuan tersebut di namakan kecerdasan emosianal eq. tidak seperti iq, kecerdasan emosional dapat di latih dan di tingkatkan sejak dini.

      Eq menjadi paling penting. Karna akal emosional slalu mendahului akal rasional. Buktinya seorang pria sedang sandai berjalan-jalan di dekat sungai. Di lihat seorang gadis sedang memandang sambil menangis dan menjerit ketakutan.

     Tanpa tau sebabnya pria itu reflex, pria terjun ke sungai. Baru setelah dia di air ia melihat seorang balita yang nyaris tenggelam. Dan kemudian ia selamatkan balita tersebut. Apa yang membuatnya  terjun tanpa berfikir dahulu.

     Bagaian otak yang berbentuk almond. Yang terletak di kedua sisi otak ini memnag spesialis perasaan . bila jaringan kecil ini diambil oleh kepala. Jadilah kita manusia tanpa perasaan . contoh : konkert bekerjanya amygdale adalah keluarnya air mata dan memerahnya wajah akibat berbagai perasaan.

    Kita harus berterimakasih. Kepada orang-orang  pintar .yang memiliki kekurangan dalam hal komunikasi Mereka. Missal Isacnewton dan lain-lain. Jadi intinya iq saja belum cukup untuk meraih kesuksesan. Harus di barengi  dengan factor” lainnyayaitu berupa kecerdasan emosi yang baik.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar